mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan


Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan

mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan

Dukungan Bpk. Direktur PSMK untuk implementasi keterampilan pedagogi adopsi dari OECD – Singapore

alih-blog-mengamati

Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan adalah urutan logis pengalaman-pengalaman belajar yang secara nyata tertulis di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 103 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2014. Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan adalah tahapan-tahapan pembelajaran kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik yang merupakan pembelajaran berpusat pada siswa .

mengamati menanya

mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan

Menurut beberapa dokumen kurikulum 2013 dan dokumen sosialisasi kurikulum 2013 yang lain juga dinyatakan bahwa mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan merupakan pengalaman belajar yang seharusnya dilalui oleh siswa dalam proses belajarnya. Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan adalah terjemahan dari proses pembelajaran berpusat pada siswa yang menjadi salah satu jargon kurikulum 2013. Mumpung ingat … pembelajaran berpusat pada siswa dengan tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan memerlukan rancangan pengelolaan kelas. Hal ini perlu saya ingatkan sebab kurikulum 2013 itu menggunakan pendekatan berpusat pada siswa sedangkan kurikulum kita sebelumnya, kurikulum 2006 – KTSP, menggunakan pendekatan berpusat pada guru. Dalam hal ini terjadi perubahan yang sangat siginifikan. Kurikulum 2013 mendorong dan mengutamakan aktivitas siswa  untuk membangun pemahaman pengetahuan, keterampilan dan sikap spiritual dan sosial dalam diri siswa melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Jadi siswa harus banyak aktivitas, banyak gerak, banyak interaksi, banyak berdiskusi, banyak kerja kelompok, banyak menggali ilmu, banyak mengamati, banyak menanya, banyak mengumpulkan informasi, banyak mengasosiasi, banyak berkomunikasi. Semua ini … akan meningkatkan dinamika dalam kelas tersebut … Bagaimana kita .. sebagai guru bisa menjaga kelas kita tetap kondusif untuk belajar dengan kegiatan yang seperti itu ..? … jawabannya ya di … pengelolaan kelas.

Proses dan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan

Mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan harus dirancang dengan cermat, di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP dan didampingi dengan rencana pengelolaan kelas. Namun demikian mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan dapat diinterpretasikan dengan logika sederhana seperti apa yang kita baca. KATA KUNCI pada proses pembelajaran dengan urutan atau tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan adalah SEMUANYA DILAKUKAN OLEH SISWA BUKAN OLEH GURU.

Mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan semuanya dilakukan oleh siswa. Kita sebagai guru lebih banyak membimbing, memfasilitasi, mengarahkan agar aktifitas siswa bermakna bagi mereka terarah mencapai tujuan pembelajaran. Apa yang harus dilakukan siswa pada masing-masing tahapan pembelajaran mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan atau yang menggunakan pendekatan saintifik ini? Mari kita diskusikan satu persatu …

mengamati-menanya-mengumpulkan-informasi-mengasosiasi-mengomunikasikan-1

mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengomunikasikan

Mengamati (Observing)

Mengamati adalah tahap awal dari serangkaian tahapan pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Mengamati melatih siswa dalam hal kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.

Dalam kegiatan mengamati, guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan: melihat, menyimak, mendengar, dan membaca yang diformulasikan pada skenario proses pembelajaran. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek (Permendikbud No. 81a Th. 2013).

Mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan  memerlukan bimbingan dan arahan guru. Banyak siswa tidak paham apa yang harus dilakukan selama proses mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan. Jika kita berikan waktu untuk melakukan semua tahapan itu tanpa bimbingan dan arahan bisa dipastikan mereka mungkin belajar tetapi tidak mencapai tujuan pembelajaran. Di titik inilah peran kita sebagai guru menentukan ….. skenario yang kita siapkan sangat penting dan menentukan efektifitas proses pembelajaran ini. Karena itu, sebelum menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, guru harus mengkaji silabus dengan cermat sehingga menemukan fakta, prinsip, konsep, proses ataupun prosedur yang nantinya bisa dijadikan obyek pengamatan.

Pada kegiatan mengamati ini, siswa difasilitasi dan dibimbing untuk melihat, menyimak, mendengar, dan membaca dari berbagai sumber belajar untuk menemukan sendiri fakta, konsep, prinsip, proses atau prosedur tentang dan atau konten yang terkait dengan hal yang sedang dipelajari.

Contoh mengamati

  1. Siswa difasilitasi untuk membaca sumber dari buku siswa (mengamati fakta, mengamati konsep, mengamati prinsip, mengamati proses, mengamati prosedur di dalam buku siswa)
  2. Siswa difasilitasi mendengarkan pembacaan puisi atau narasi dari radio (mengamati fakta pada puisi, mengamati konsep tentang puisi, mengamati prinsip sebuah puisi, mengamati proses, mengamati prosedur pada pembacaan puisi atau narasi dari peralatan audio visual)
  3. Siswa difasilitasi melihat tayangan video perakitan komputer (mengamati fakta pada perakitan komputer, konsep perakitan komputer , prinsip perakitan komputer , proses perakitan komputer, prosedur perakitan komputer pada suatu tayangan video tentang perakitan komputer)
  4. Siswa difasilitasi melihat demonstrasi perbaikan sepeda motor (mengamati fakta pada perbaikan sepeda motor , konsep perbaikan sepeda motor, prinsip perbaikan sepeda motor, proses perbaikan sepeda motor, prosedur perbaikan sepeda motor pada suatu demonstrasi perbaikan sepeda motor)

Hasil Kegiatan Mengamati

  1. Perhatian siswa pada saat melakukan langkah mengamati tersebut.
  2. Bentuk catatan yang dibuat pada waktu melakukan langkah mengamati.
  3. Kesabaran siswa yang terbentuk selama melakukan langkah mengamati.
  4. Jangka waktu yang digunakan siswa melakukan langkah mengamati.

Dari contoh-contoh kegiatan mengamati tersebut tampak bahwa banyak hal bisa dilakukan siswa yang diskenariokan oleh guru di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk pembelajaran kurikulum 2013 yang berpusat pada siswa. Apa saja yang harus di amati dan dibuat catatan oleh siswa harus diidentifikasi oleh guru melalui langkah mengkaji silabus. Tahap mengkaji silabus inilah menjadi titik masuk atau kunci awal merancang pendekatan saintifik khususnya tahapan mengamati.

Menanya (Questioning)

menanya

menanya

Menanya adalah tahap kedua dari serangkaian tahapan pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Menanya melatih siswa mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. Menanya adalah salah satu kompetensi yang diperlukan siswa untuk hidup di era cerdas abad 21.

Dalam kegiatan menanya, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai fakta, konsep, prinsip atau prosedur yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat menanya atau mengajukan pertanyaan: pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstrak berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Siswa harus dilatih agar bisa menanya hal-hal yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik. Dari situasi di mana peserta didik dilatih menggunakan pertanyaan dari guru, masih memerlukan bantuan guru untuk mengajukan pertanyaan sampai ke tingkat di mana peserta didik mampu mengajukan pertanyaan secara mandiri. (Permendikbud No. 81a Th. 2013).

Pada kegiatan menanya ini, siswa dibimbing dan difasilitasi untuk bisa mengajukan pertanyaan atau menemukan hal-hal yang perlu dipertanyakan, perlu diperjelas dan dibimbing agar mempunyai kemampuan mencari dan menemukan penjelasan tambahan fakta, konsep, prinsip atau prosedur tentang dan atau konten yang terkait dengan hal yang sedang dipelajari. Bagi sebagian siswa, menanya bukan sesuatu yang mudah dilakukan walaupun guru sudah mengatakannya secara langsung … “bagi yang belum jelas, silahkan bertanya …!” . Menurut pendapat saya, menanya tidak harus dan tidak selalu muncul dari pernyataan guru …. “Sekarang saatnya menanya … ayo siapa yang mau bertanya?” …..

Jadi … bagaimana membuat siswa mampu menanya …?

Menanya yang harus dilakukan siswa dapat berbentuk (1) membuat pertanyaan yang relefan dengan materi pembelajaran (2) mengajukan pertanyaan yang sudah dibuat kepada guru, teman dalam kelompok atau sumber belajar lainnya. (3) melakukan tanya jawab (4) melakukan diskusi tentang informasi yang relefan dengan topik pembelajaran yang belum diketahui (5) menanyakan informasi tambahan yang ingin diketahui atau (6) menanyakan informasi yang sudah diketahui sebagai klarifikasi.

Contoh menanya

  1. Siswa menanyakan penjelasan tambahan terhadap informasi yang didapat dari proses mengamati
  2. Siswa mencari penjelasan tambahan sendiri berdasarkan informasi hasil-hasil kegiatan mengamati
  3. Siswa menanyakan fenomena-fenomena yang tidak diketahuinya dalam langkah mengamati obyek
  4. Siswa mengklarifikasi informasi yang didapatnya dari tahap mengamati.
  5. Siswa melakukan tanya jawab sesuai topik dengan guru.
  6. Siswa melakukan tanya jawab sesuai topik dengan siswa lainnya.
  7. Siswa berdiskusi sesuai topik secara berkelompok.
  8. Siswa mengakses internet mencari penjelasan lebih lengkap sesuai topik

Hasil Kegiatan menanya antara lain:

  1. Jenis-jenis pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis yang diajukan siswa
  2. Jumlah pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis yang diajukan siswa
  3. Kualitas pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis yang diajukan siswa
  4. Daftar pertanyaan faktual, konseptual, prosedural, prinsip, proses, hipotesis dan jawaban

Mengumpulkan informasi /mencoba (experimenting) 

Mengumpulkan informasi adalah tahap ketiga dari tahapan pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Mengumpulkan informasi melatih siswa mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat (Permendikbud No. 81a Th. 2013).

Contoh mengumpulkan informasi/mencoba (experimenting) 

  1. Siswa melakukan eksperimen
  2. Siswa membaca sumber lain selain buku teks
  3. Siswa mengamati objek/kejadian/ aktivitas
  4. Siswa mewawancarai nara sumber
  5. Siswa mengakses internet
  6. Siswa mengeksplorasi
  7. Siswa mencoba
  8. Siswa berdiskusi
  9. Siswa menirukan gerak
  10. Siswa meniru bentuk
  11. Siswa mengumpulkan data melalui angket/questioner

Hasil-hasil kegiatan mengumpulkan informasi

  1. Jumlah sumber yang digunakan pada kegiatan mengumpulkan informasi
  2. Kualitas sumber yang digunakan pada kegiatan mengumpulkan informasi
  3. Kelengkapan informasi yang dikumpulkan pada kegiatan mengumpulkan informasi
  4. Validitas informasi yang dikumpulkan pada kegiatan mengumpulkan informasi
  5. Instrumen/alat yang digunakan pada kegiatan mengumpulkan informasi

Mengasosiasi /menalar /mengolah informasi (associating)

Mengasosiasi | mengolah informasi adalah tahap ke empat dari serangkaian tahapan pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Mengasosiasi | mengolah informasi melatih siswa mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

Kegiatan mengasosiasi / menalar / mengolah informasi (associating)

  1. mengolah informasi yang sudah dikumpulkan,
  2. menganalisis data dalam bentuk membuat kategori,
  3. mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan
  4. mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.
  5. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
  6. Informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memproses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.

Mengkomunikasikan / Mengomunikasikan 

Mengkomunikasikan / Mengomunikasikan adalah tahap ke lima dari serangkaian tahapan pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Mengkomunikasikan melatih siswa mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Kegiatan belajar yang dilakukan pada tahapan mengkomunikasikan adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Kegiatan lainnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut.

Contoh kegiatan mengkomunikasikan / mengomunikasikan

  1. menyajikan laporan dalam bentuk bagan;
  2. menyajikan laporan dalam bentuk diagram;
  3. menyajikan laporan dalam bentuk grafik;
  4. menyusun laporan tertulis; dan
  5. menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan
  6. menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara grafis
  7. menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan pada media elektronik
  8. menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara multi media

Seluruh kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan saintifik tersebut akan berjalan dengan baik dan kondusif melalui perencanaan pembelajaran yang cermat dan didampingi dengan pengelolaan kelas yang cermat pula. Karena itu sebelum melaksanakan pembelajaran berpusat pada siswa dengan tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan harus dipastikan juga rencana pengelolaan kelas.

mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi, mengkomunikasikan

mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan

Mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan adalah penerapan pendekatan saintifik

Setelah membaca, merenungkan, membandingkan, mencoba, menerapkan pembelajaran dengan tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan akhirnya saya bisa simpulkan bahwa pembelajaran tersebut adalah implementasi pembelajaran kurikulum 2013 dengan menerapkan pendekatan saintifik.

Beberapa minggu terakhir saya mengamati statistik dari posting mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan ini. Tampak dalam statistik tersebut masih banyak rekan yang sedang dalam proses mengadaptasi kurikulum 2013 SMK membaca dan mengakses posting mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Mungkin sebagian rekan masih bertanya-tanya …. apa dan bagaimana pengalaman belajar pada pembelajaran berpusat pada siswa yang menerapkan pendekatan saintifik yang urutan prosesnya mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan itu? Inilah kesimpulan saya … mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan … adalah pendekatan saintifik seperti yang diharapkan Permendikbud yang mengatur implementasi kurikulum 2013 smk.

Memilih kegiatan mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan

Mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan seperti yang telah diuraikan terdiri atas bermacam-macam kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang tertata, teratur mengikuti prinsip-prinsip pendidikan dan pembelajaran untuk siswa. Siswa harus diantarkan agar mampu membangun pengetahuan dalam dirinya melalui proses dari yang paling sederhana menuju yang paling kompleks.

Mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan merupakan tahapan-tahapan dimana kegiatan-kegiatannya merupakan pengalaman yang harus disusun sedemikian rupa sehingga siswa yang memiliki beraneka kemampuan mampu menalar dan memaknai pengalamannya menjadi pemahaman dan ilmu dalam dirinya nya. Karena itu penting bagi guru untuk mengelola pengalaman-pengalaman belajar yang akan diberikan kepada siswanya dalam urutan-urutan yang bisa diterima siswa.  Kegiatan belajar Mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengkomunikasikan perlu disusun dengan mengacu prinsip:

  1. kegiatan belajar disusun dari paling sederhana menuju yang kompleks
  2. kegiatan belajar disusun dari yang nyata menuju yang abstrak

Kegiatan belajar siswa yang disusun memenuhi prinsip di atas harus ditemukan oleh seorang guru melalui proses mengkaji silabus.

Statistik posting mengamati menanya mengumpulkan informasi mengkomunikasikan

Posting mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan dalam 10 (sepuluh) hari terakhir mendapat kunjungan yang meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pihak yang memerlukan informasi lebih detail tentang pendekatan saintifik dengan inti kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Saya berharap posting ini bisa membantu walaupun belum optimal. Berikut adalah ilustrasi statistik posting mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Pada 10 hari terakhir posting mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan mencapai 213 kunjungan.

statistik mengamati menanya 09112015

mengamati menanya mengumpulkan informasi mengkomunikasikan yang dipantau terus menerus menunjukkan peningkatan pengakses yang signifikan. Sampai dengan 19 September 2014 ini, posting mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan …. selalu menempati top post pada blog ini. Hal ini mengisyaratkan …. masih banyak rekan pendidik yang memerlukan sharing pemahaman terhadap pendekatan saintifik ini.

Demikianlah Pembelajaran berpusat pada siswa pembelajaran sesuai kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik dengan inti kegiatan berupa mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan yang merupakan pendekatan pembelajaran rujukan di dalam implementasi kurikulum 2013 SD-SMP-SMA-SMK. Pengelolaan kelas sangat diperlukan dalam hal ini. Semoga bermanfaat.


Baca juga ….

Teori Cognitivism
 Teori Belajar Constructivism
 Teori Social Constructivism
 Teacher-centred-student-centred
 Pendekatan-mengajar-pendekatan-instructivism
 Pendekatan-mengajar-pendekatan-contructivism
 Pendekatan-mengajar-pendekatan-social-constructivism
 9-peristiwa-gagne pada pembelajaran
 Pembelajaran-kooperatif Cooperative Learning
 Pengelolaan-kelas
 Pembelajaran Berpusat Pada Siswa
 RPP-kurikulum-2013
 Endarta-smkn5-banjarmasin-mtpp-indonesia-singapore-multiplier-training-1
 Mengamati-menanya-mengumpulkan-informasi-mengasosiasi-mengkomunikasikan
 Pembelajaran-kurikulum-2013
 belajar-pedagogi
mengamati menanya mengumpulkan informasi mengasosiasi mengomunikasikan

Tentang Endarta

Menyelesaikan program S1 (1986) di Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta sekarang Universitas Negeri Yogyakarta, pada jurusan Pendidikan Teknik Elektronika. Menyelesaikan program S2 (2008) di Fakultas Teknik Mesin , Magister Sistem Teknik , Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Menyelesaikan Master Trainer Pedagogy Program awal 2013 kerjasama Kemdikbud Indonesia dengan Institute of Technical Education - ITE Singapore. Mengikuti Diklat, Bimtek dan Penyegaran Instruktur Provinsi Kurikulum 2013 dan Revisi.
Pos ini dipublikasikan di education, kurikulum 2013, pembelajaran aktif, student centred dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

41 Balasan ke mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan

  1. Ping balik: Pembelajaran Kurikulum 2013 | Belajar Pedagogi Kurikulum 2013 SMK-SMA-SMP-SD

  2. Ping balik: RPP KURIKULUM 2013 | PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA SISWA KURIKULUM 2013 SMK

  3. Ping balik: Endarta SMKN5 Banjarmasin MTPP Indonesia – Singapore Multiplier Training 1 | PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA SISWA KURIKULUM 2013 SMK

  4. Ping balik: Pembelajaran Kooperatif – Cooperative Learning model Jigsaw | PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA SISWA KURIKULUM 2013 SMK

  5. Ping balik: Mengkaji Silabus | PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA SISWA KURIKULUM 2013 SMK

  6. ABD SALAM berkata:

    semoga k 13 suksis

    • Pak. Endarta berkata:

      Terima kasih atas kunjungannya, mudah-mudahan sharing ini bisa saling membantu kita mengerjakan tugas mulia mencerdaskan kehidupan bangsa.

      • Karin Koli berkata:

        Terima kasih pak,sangat membantu
        apakah langkah-langkah pendekatan sintifik harus berurutan? mulai dari mengamati-mengkomunikasikan atu bisa diacak? contohnya seperti apa? terima kasih pak atas bantuannya……

      • Endarta berkata:

        bu Karin … terima kasih kunjungannya
        dulu … pak Anis sewaktu menjabat mendikbud … pernah mengeluarkan pernyataan bahwa … tahapan mengamati s.d. menanya tidak harus urut (waktu itu K13 sedang diperkenalkan dan banyak rekan guru yang belum bisa menerima) … jadi jawaban yang sesuai dengan pernyataan pimpinan kita itu … boleh tidak berurutan … TETAPI … patut juga diperhatikan bahwa tahapan 5M itu dilakukan berdasar pada pandangan dimana kita percaya dengan aliran … constructivism … yaitu siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuan di dalam dirinya … SEHINGGA … dalam konteks ini … 5M yang logis adalah berurutan pelaksanaannya …
        1. siswa di ajak mengamati fakta-fakta (pengetahuan faktual dalam KD kita) , konsep-konsep, prosedur-prosedur dsb … sediakan berbagai fakta yang bisa di amati siswa
        2. dari mengamati fakta-fakta tadi … siswa di bimbing untuk menanya … atau mengembangkan pemikiran … apa saja yang siswa perlu tanyakan / perlu diketahui lebih lanjut …….. (agar nantinya menguasai KD)
        3. berikutnya … siswa di pandu untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang bisa dilakukan … bisa juga dengan mencoba atau bereksperimen … sehingga terkumpul data-data relefan untuk diolah atau di analisis ….
        4. tahap selanjutnya siswa dibimbing mengolah data-data yang dikumpulkan tadi … untuk menemukan kesimpulan2 … atau hubungan-hubungan antar data …. yang sesuai dan mengarah penguasaan KD yang dipelajari ….
        5. nah tahap akhirnya mengomunikasikan apa yang sudah mereka peroleh dari 1 s.d. 4 tadi … tentunya bisa dengan berbagai cara dan media …
        Tergantung bu Karin mengajar KD apa … misal tentang topik BUJURSANGKAR …. nah dari 1 s.d. 5 tadi … arahkan pada BUJURSANGKAR …
        Silahkan coba bu Karin …. semoga membantu ….

      • Endarta berkata:

        mbak Karin … kalau pak Anis dulu pernah bilang … boleh tidak urut … tetapi 5M sesungguhnya bentuk generik dari model pembelajaran … nah kalau model pembelajaran tentunya tidak boleh dibalik-balik

    • LIES UNTARI berkata:

      Terima kasih, sangat membantu saya dalam membuat perangkat pembelajaran di PAUD…

  7. YULIVIA berkata:

    Sama-sama pak terima kasih atas tulisan yang sangat berharga.

  8. Aan Ubaid berkata:

    wah.. terimakasih sekali pak.. sangat membantu.

  9. Abduh Sempana berkata:

    Sangat Membantu Pak……

  10. Joko berkata:

    Posting-an yang bagus Pak. Saya jadi lebih mudeng dengan langkah-langkah pendekatan saintifik.

  11. Siti nurjanah berkata:

    Sangat membantu, terima kasih

  12. rizqia berkata:

    Terima kasih membantu sekali, kurikulum 2013 menggunakan metode pembelajaran saintifik dengan pendekatan ilmiah, memang akan membuat siswa lebih kreatif.
    Bisa baca juga di blog saya
    tentang metode pembelajaran ilmiah kurikulum 2013

  13. Meity Isanty berkata:

    terimakasih pak, artikelnya sangat membantu calon guru yg baru belajar buat rpp.

  14. Bu Martinah berkata:

    Terimakasih pak atas bantuannya tulisan ini ,yes……

  15. Ping balik: Pembelajaran bagi Siswa – Site Title

  16. Ping balik: PENDEKATAN PEMBELAJARAN – Judul Situs

  17. Dway Wi berkata:

    pak saya mau tanya dalam penilian aspek menalar siswa itu apa yang dinilai atau diobservasi waktu dikelas, kalo seperti mengamati dan lain sebgainya kan kelihatan, kalo proses menalar kan semua dari siswa.

    • Pak. Endarta berkata:

      bp / ibu (maaf) terima kasih sharingnya … kegiatan menalar tentunya bermacam-macam caranya … dapat dinilai proses mereka menalar dapat juga produk hasil penalaran … antara lain kesimpulan diskusi, jawaban pertanyaan, analisis dan pembuktian, laporan dan kesimpulan eksperimen dan masih banyak lagi tentunya yang sesuai dengan konteks kompetensi dasar …

  18. Ping balik: Pembelajaran Kurikulum 2013 – SMPN 2 CIBADAK KAB. LEBAK

  19. Safrizal berkata:

    Bapak mengajar di UNY ?

  20. Yoga Iriyadi berkata:

    Sangat bermanfaat Pak

  21. Ping balik: Karateristik Kurikulum di Indonesia – Aulia Zaldiana's Hidden Diary

  22. sania rosyida berkata:

    maaf pak mau nanya sumbernya dari mana ya?
    terimaksih

  23. EDWAR 201511870549 berkata:

    TERIMAKASIH SANGAT MEMBANTU SAYA DALAM MEMBUAT BAHAN AJAR

  24. siti nur berkata:

    terimakasih banyak pak sharing ilmunya, saya masih sukar untuk mengaplikasikan kurikulum 2013 pada mata pelajaran seni budaya. kalau bisa bantu contoh pengaplikasian pada mapel seni budaya pak.khususnya di SMK non seni.terimaksih pak

    • Endarta berkata:

      maaf bu Siti … lama tidak membuka blog … karena kegiatan PKKS …
      3.2 Memahami konsep seni
      4.2. Mempresentasikan konsep seni
      nah dari pasangan KD ini di lakukan analisis termasuk analisis materi pembelajaran hingga kita dapatkan … apa pengetahuan faktualnya …. benda2 atau fakta2 yang bisa ditunjukkan pada siswa … ini untuk keperluan tahapan mengamati (1) …. bisa gambar, animasi, film, demonstrasi oleh ahli atau guru
      untuk tahapan menanya (2)… teori2 tentang seni , pengertian2 seni, aliran2 seni dan lain2 yang sesuai KD … ajak siswa mengeksplorasi jenis2nya … bisa dengan menugasi mereka berdiskusi (3) lanjutkan dengan menugasi mereka mengumpulkan informasi terkait pada langkah (2) dlm hal ini bukan hanya istilahnya tapi bisa lebih dalam lagi bisa dengan baca buku, akses internet, mencoba dll …. nah ini kilasan saja … bisa dilanjut (4) menalarnya … atau mengasosiasi … langkah kongkritnya bisa membuat daftar / tabel / sketsa pengetahuan / membuat kesimpulan kelompok / membuat bahan presentasi dll (5) di komunikasikan ….
      kurang lebih seperti itu bu Siti … tentunya dengan analisis yang lebih teliti dapat dieksplor dengan lebih lengkap
      semoga menginspirasi ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s